Senin, 01 Mei 2017, 13:20 WIB

Pemortalan Jalan di Sale Berlanjut

Kendaraan Boks Jadi Korban

Pewarta : Gatot Aribowo
Gatot Aribowo Kendaraan pick-up ini kecele saat hendak melintas di jalan ini, keluar menuju jalan raya Blora-Randublatung. Pasalnya, ada portal yang tak mampu dilewati kendaraan setinggi lebih dari 2 meter.

BLORA (wartablora.com)—Pemalangan jalan dengan cara diportal di jalan masuk ke Dukuh Sale memakan korban kendaraan boks. Seunit kendaraan Daihatsu Pick-up yang hendak melintas terpaksa berbalik arah setelah mengetahui portal tersebut terkunci. Kejadian ini terjadi Senin (1/5/2017) siang.

Kendaraan boks pick-up ini rencananya hendak ke Randublatung, setelah dari Banjarejo. Mereka mengambil jalan alternatif ini setelah mengetahui ada pembangunan jembatan di salah satu ruas jalan Banjarejo-Kamolan.

"Kami hendak ke Randublatung," ujar sopirnya yang enggan disebutkan namanya.

Tinggi boks kendaraan ini tak kurang dari 2 meter, sementara ketinggian portal tak lebih dari 2 meter. Seorang perempuan yang keluar dari kendaraan bermaksud menarik tali portal, namun tak sadar di sisi satunya palang portal digembok.

Setelah beberapa saat baru menyadari portal tak bisa dibuka, mereka pun berbalik arah tanpa berusaha mencari bantuan warga untuk membuka palang portal.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blora, Sam Gautama mengatakan jika pemortalan dilakukan oleh warga setempat. Ia mendaku telah mengecek ke lapangan.

"Maksudnya warga agar jalan tak mudah rusak karena dilewati kendaraan bertonase. Tapi ini sudah dibuka," kata Sam saat dihubungi melalui sambungan telepon sebelum wartablora.com melakukan pengecekan di lapangan dan mendapati belum dibukanya portal sehingga menghambat kendaraan boks tersebut.

Sam mengatakan, pembangunan jalan penghubung antar desa yang merupakan jalan kabupaten bisa saja disesuaikan untuk kendaraan bertonase. Namun dikatakannya akan merugi jika semua jalan antar desa dibuat untuk bisa dilintasi kendaraan bermuatan berat.

"Ada batasnya, tak lebih dari 8 ton. Sudah kita sesuaikan. Namun bisa saja dibangun untuk kendaraan lebih dari itu, tapi kan rugi. Karena tak banyak jalan yang akan dilalui kendaraan bertonase," ujarnya.

Sam menambahkan jalan tersebut diportal karena sebelumnya banyak truk yang melintas di jalan tersebut.

"Sebelum ada pembangunan jembatan (di Kenduruan yang merupakan pelintasan jalan Kamolan-Banjarejo) banyak truk yang mengambil jalan di Sale. Karenanya warga memportalnya," imbuhnya.

Sebelumnya, di Sabtu pekan lalu (29/4/2017), belasan truk juga terjebak di portal jalan ini, baik yang hendak masuk maupun hendak keluar. Diberitakan sebelumnya jika pemortalan jalan ini diduga untuk menghindari klaim masa perawatan ke kontraktor. Dugaan ini telah diklarifikasi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blora, Sam Gautama, yang menyebut pemortalan dilakukan oleh warga setempat untuk menghindari adanya kerusakan jalan yang diakibatkan dari kendaraan-kendaraan bertonase yang melintas. (*) 



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved