Kamis, 27 Juli 2017, 16:41 WIB

Di Cepu, Puluhan Keluarga Tinggal di Bantaran Sungai Digusur

Priyo Eskavator membongkar rumah milik warga yang tinggal di bantaran anak sungai Bengawan Solo. Pembongkaran dilakukan untuk proyek normalisasi yang dimaksudkan mengurangi potensi banjir di wilayah perkotaan Cepu. 

CEPU (wartablora.com)—Tulus, warga yang tergusur proyek normalisasi aliran kali anak sungai Bengawan Solo, akhirnya mau pindah dari rumah yang ditempatinya selama puluhan tahun setelah sebelumnya menolak untuk digusur. Tanpa mendapatkan kompensasi, Tulus memutuskan untuk pindah kontrak. Tulus tak sendirian. Ada sejumlah 31 keluarga yang mau tak mau harus pindah lantaran tinggal di bantaran sungai yang bukan merupakan tanah hak milik mereka.

“Awalnya sempat terpengaruh untuk bertahan, namun saya sadar ini bukan tanah hak milik. Saya putuskan untuk mencari kontrakan lain,” ujarnya kepada wartawan.

Kamis, 27 Juli 2017, aparat dari Satpol PP Kabupaten Blora dibantu tentara dan polisi turun mengawal pembongkaran rumah milik mereka. Senin sebelumnya, 24 Juli 2017, aparat ini telah turun untuk melakukan pembongakaran. Namun akhirnya urung dilakukan lantaran 31 keluarga ini menolak untuk dipindah pada hari itu, dan meminta waktu 3 hari untuk memutuskan.

"Hari ini (Kamis, 27/7/2017) sesuai kesepakatan dengan mereka, kami lakukan pembongkaran," ucap Camat Cepu Djoko Sulistiyono.

Pemerintah Kabupaten Blora, kata Djoko memang tak memberikan kompensasi sejumlah uang kepada mereka. Namun mereka diberi kelonggaran untuk menempati rumah susun sewa milik pemerintah dengan layanan bebas pembayaran listrik dan air selama 3 bulan. Sementara untuk yang pindah cari kontrakan, pemerintah tidak memberikan bantuan.

Ada sedikitnya 16 keluarga yang mau menempati rumah susun sewa yang letaknya di belakang SMP Negeri 1 Cepu. Rumah susun ini jauh hari telah disiapkan pemerintah untuk menampung mereka. Kala itu pemerintah hanya mengalokasikan 14 petak untuk 14 keluarga.

Bantaran anak sungai Bengawan Solo yang menjadi rumah tinggal mereka ini akan dinormalisasi untuk mengurangi potensi banjir di wilayah perkotaan Cepu. Proyek dengan anggaran Rp 454 juta akan dikerjakan hingga akhir November mendatang. (*)



Jumat, 17 Februari 2017

Rumah susun sederhana sewa, atau disingkat Rusunawa, di belakang SMP Negeri 1 Cepu telah dibuka untuk penghuninya sejak Rabu (15/2/2017). Sejumlah 38 keluarga sudah mulai menghuni. Bagaimana dan apa saja fasilitasnya?


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved