Kamis, 30 Maret 2017, 16:13 WIB

Warga Iuran Bangun Jembatan Sepanjang 16 Meter

Warta Blora.Com MULAI DIBANGUN : Jembatan penghubung Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg, Kecamatan Ngawen  mulai dibangun dengan biaya iuran dari warga setempat.

BLORA (wartablora.com) —  Harapan warga dua desa paling Selatan di Kecamatan Ngawen, Blora, yaitu Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg untuk mempunyai jembatan permanen bakal segera terwujud. Selama 25 tahun ini, karena jembatan penghubung dua desa itu hanyut terbawa banjir.
Sejak itu, warga dua desa tersebut harus memutar sepanjang 6 Kilometer jika ingin ke sekolah, pergi ke pasar, dan atau untuk keperluan lain.

Kini, berkat dorongan Siswanto Spd, tokoh muda yang ada di Desa Rowobungkul, warga secara sukarela iuran dan rencananya untuk tenaga akan dikerja bhaktikan, jembatan penghubung dua desa itu, sepanjang 6 meter dengan lebar 2 meter akan segera terwujud.

"Ini seperti mimpi. Anak-anak desa kami naik sepeda 12 kilometer pulang pergi untuk sekolah. Ibu-ibu berjalan kaki 12 kilometer pulang pergi untuk ke pasar. Kami bersykur, pembangunan jembatan Rowobungkul - Gedebeg dimulai," ungkap Yoto, Ketua Karang Taruna Dukuh Kepitu, Desa Gedebeg .

Sementara itu, Kamituwo Kepitu, Panijan yang menghitung keperluan pembangunan jembatan tersebut diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 30 juta rupiah. Ukuran panjangnya 16 meter, lebar 2 meter. "Selama ini iuran warga tiap rumah sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 . Rencananya untuk tenaga kerja akan dilakukan secara gotong royong setiap hari. Perkiraan kerja bhakti akan berlangsung selama 3 minggu,'' jelas Panijan.

Tidak Dianggarkan

Saat ditanya soal bantuan dari Pemkab Blora maupun pemerintah desa setempat, dia menyatakan hingga saat ini memang tidak dianggarkan. "Intinya kami berterima kasih kepada Mas Siswanto, tokoh muda Desa Rowobungkul. Yang selama ini menginisiasi, menginspirasi dan membantu penuh dimulainya pembangunan jembatan ini," paparnya.

Dia menambahkan, Siswanto menyatakan siap akan menanggung semua kekurangan biaya pembangunan jembatan itu, asal warga ikhlas iuran dan mau gotong royong. "Mas Sis komitmen membangun sampai jadi, syaratnya warga iuran dan tenaga kerja gotong royong. Berapapun kurangnya Mas Sis siap," tegas Panijan saat ditemui di lokasi pembangunan jembatan.

Pantaun di lapangan, material pasir, kayu, semen, batu, besi sudah saat ini berada di lokasi pembangunan. Saat ditemui di lokasi pembangunan, Siswanto yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kab Blora menyatakan salut pada warga dua desa yang mau iuran dan kerja bakti selama 21 hari.  (*)

Pewarta : Teguh



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved