Selasa, 27 Juni 2017, 17:11 WIB

Mudik Tradisional Ala Warga Medalem (Blora)

dok. Polres Blora BANTU PEMUDIK : Seorang petugas dari Polsek Kranden/Polres Blora tengah membantu pemudik warga Desa Medalem, Kecamatan Kradenan , Blora yang mudik lebaran dengan naik rakit menyeberangi Sungai Bengawan Solo.

BLORA (wartablora.com)—Ini cara unik dan tradisional yang dilakukan warga Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora, saat mudik lebaran. Yakni mengandalkan angkutan tradisional berupa rakit untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo.

Dan kebetulan, saat lebaran kemarin kondisi Sungai Bengawan Solo tidak sedang banjir sehingga cukup aman untuk menyeberangkan sejumlah warga Desa Medalem yang mau pulang kampung dari wilayah Bojonegoro , Jawa Timur.

Termasuk unik memang apa yang dilkukan oleh Warga Desa Medalem, Kecamatan Kradenan /Menden, Kabupaten Blora itu. Sementara bagi kebanyakan orang, untuk pulang kampung sekedar berkumpul dengan keluarga di saat lebaran, banyak yang menggunakan pesawat, menggunakan mobil pribadi dan angkutan umum lainnya.

Sementara itu warga Desa Medalalem, selama ini, di setiap tahunnya selalu mudik ke kampung halamannya dengan menyeberangi Sungai Bengawan Solo, dan angkutan yang digunakan adalah kendaraan tradisional berupa perahu/rakit.

Sejak hari Jum’at pagi tanggal 23 Juni 2017 lalu, puluhan warga sudah mengantri di tepi Sungai Bengawansolo yang membelah dua wilayah yakni provinsi antara Jateng-Jatim. Mereka berbondong-bondong hendak menyeberangi sungai Bengawansolo dengan menggunakan rakit.

Tidak Naik

Wardoyo, salah seorang warga yang hendak mudik ke kampung halaman, mengatakan, untuk pulang ke kampung halaman jika tidak menyeberangi Sungai Bengawan Solo akan lebih lama, karena harus memutar dengan jarak yang relatif jauh. Sementara itu ongkos naik rakit relatif tidak pernah mengalami kenaikan, meskipun jelang Lebaran.

“Tarif rakit tersebut hanya 2.000 rupiah per orang, dan 3.000 rupiah untuk satu unit motor yang menyeberang menggunakan rakit,” ungkap Wardoyo.

Meski relatif aman, untuk menjaga adanya kejadian yang tidak diinginkan, jajaran Polsek Kradenan, juga menempatkan personil di loksai penyeberangan di Sungai Bengawan Solo tersebut.

Menurut Kapolsek Kradenan AKP Subardo, SH, mudik unik naik rakit di Desa Medalem tersebut sudah berlangsung lama. Hal itu akibat belum adanya jembatan penyeberangan yang permanen, meski pengajuan pembuatan jembatan di tas Sungai Bengawan Solo sudah diusulkan pihak pemerintah desa Medalem sejak puluhan tahun yang lalu. *)

Editor : Daryanto 



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved