Minggu, 02 April 2017, 16:37 WIB

Warga Tak Kenal Lelah Rampungkan Jembatan Non APBD

Warta Blora.Com TAMPAK HASIL  : Upaya warga membangun jembatan penghubung Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg, Kecamatan Ngawen secara swadaya, saat ini sudah tampakan hasil. Direncanakan dalam 3 pekan jembatan sudah bisa rampung.

BLORA (wartablora.com) —  Terdorong keinginan mempunyai sebuah jembatan yang bisa menghubungkan du desa, yakni antar Desa Rogwobungkul dengan Desa Gedebeg, Kecamatan Ngawen, sudah sekitar sepekan ini, warga dua desa itu tak kenal lelah,  melakukan kerja bhakti.

''Semangat dari warga untuk segera merampungkan jembatan penghubung antar dua desa itu luar biasa. Saya sangat mengapresiasi. Beberpa warga justru dengan sukarela secara bergantian mengirim makanan maupun sekedar es teh untuk warga yang sedang bergotong royong,'' ungkap Siswanto Spd, warga Desa Rogwobungkul, yang anggota DPRD Blora.

Menurutnya, sementara penggalian dana masih terus dilakukan, pembangunan jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 2 meter itu ditargetkan bisa rampung selama 3 pekan. Untuk itu, Siswanto berharap semuanya bisa berjalan sesuai rencana.

Sebagaimana diketahui,  harapan warga dua desa paling Selatan di Kecamatan Ngawen, Blora, yaitu Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg untuk mempunyai  jembatan permanen bakal segera terwujud. Setelah 25 tahun belakang ini  jembatan yang pernah ada hanyut terbawa banjir.

Sejak jembatan hanyut terbawa banjir itu,  warga dua desa tersebut harus memutar sepanjang 6 Kilometer jika ingin ke sekolah, pergi ke pasar, dan atau untuk keperluan lain. Selama ini warga harus menerima kenyataan, karena berbagai upaya tela dilakukan, semuanya mentok manakala sudah sampai pendanaan.

Melihat kondisi itu,  adalah  Siswanto Spd, tokoh muda yang ada di Desa Rowobungkul meendorong agar warga  secara sukarela mau iuran untuk membeli material, sementara untuk  tenaga akan dikerja bhaktikan secara bergiliran. ""Dan Alhamdulillah, terdorong dengan kebutuhan kan adanya jembatan benar-benar mendesak, sehingga warga dengan sukarela mau iuran.

Seperti Mimpi

Mengutip ungkapan sejumlah warga, Siswanto mengemukakan, bagi warga Desa gedebeg dan Desan Rowobungkul,  pembangunan jembatan tersebut ibarat seperti mimpi.  Hal itu bisa dimaklumi, selama ini anak-anak desa dua desa itu  harus rela naik sepeda sejaug  12 Kilometer untuk pulang pergi ke sekolah. Ibu-ibu berjalan

Menurut Kadus  Kepitu, Panijan, pembangunan jembatan penghubng dua desa itu diperkirakan akan menelan biaya sekitar  Rp 30 juta rupiah.  Saat ini meski dana masih kurang, namun berkat adanya iuran dari tiap-tiap warga  sebesar Rp 50.000 hingga  Rp 100.000, dan saat ini masih berjalan, dirasa cukup membantu kelangsungan pembangunan jembatan itu.

Ditambahkan Siswanto, menginjak hari ke delapan ini, prosentase pengerjaan jembatan sudah sangat signifikan,s ehingga target 3 pekan harus jadi mendekati kenyataan.  ''Saya sendiri harus pontang-panting menggali dana dari banyak pihak. Mudah-mudahan mimpi warga Rogwobungkul dan Gedebeg itu benar-enar menjadi kenyataan,'' harap Siswanto, yang Ketua DPD II Golkar Blora itu. (*)

Pewarta :  Hendrawan 



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved