BLORA (wartablora.com)—Kecelakaan di sepanjang jalan Maguan - Tunjungan yang menewaskan satu orang di Sabtu malam (15/10/2016) akan ditindaklanjuti polisi. Kasatlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer menegaskan akan memanggil kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
"Akan kita panggil setelah pihak korban atau keluarga korban kita mintai keterangan," ujarnya saat dikonfirmasi wartablora.com belum lama ini.
Kasatlantas mengatakan, pihak kepolisian saat ini masih belum bisa meminta keterangan dari pihak korban.
"Keluarga korban dari yang meninggal masih dalam keadaan duka, sementara korban yang satunya masih dirawat," katanya.
Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu malam. Ada 3 kecelakaan tunggal yang disebabkan tumpukan pasir yang memenuhi lebih dari setengah badan jalan. Satu kecelakaan tidak terlaporkan ke polisi. Dari keterangan saksi mata ke polisi, kecelakaan yang menewaskan Salam, warga Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan terjadi sekira jam 19.30 WIB. Sebelum itu juga terjadi kecelakaan ringan.
Selang beberapa jam setelah kecelakaan yang menewaskan Salam, tumpukan pasir tersebut juga memakan korban warga Desa Temengeng, Kecamatan Sambong. Korban atas nama Reza Dwi Cahyono kabar terakhir masih dirawat secara intensif di Lamongan. Reza mengalami kecelakaan ini sekira jam 22.30 WIB.
Tiga kecelakaan ini terjadi di tumpukan pasir di depan kuburan, tak jauh dari lembaga pendidikan bahasa Inggris, yang dapat ditempuh dari perempatan Maguan sejauh tak kurang 500-an meter. Di sepanjang jalan ini tengah dikerjakan pembangunan drainase jalan yang dikerjakan CV. Bima Perkasa.
Dari keterangan warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut kepada wartablora.com, Selasa (18/10/2016), kondisi jalan di sepanjang jalan yang dibangun drainase tersebut memang minim penerangan. Celakanya, saat material pasir diturunkan dan ditimbun di tempat tersebut, pihak pelaksana pekerjaan proyek pembangunan drainase itu tak memberi rambu-rambu lampu peringatan. (*)
Courtesy of Satlantas Polres Blora