BLORA (wartablora.com)—Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora merilis data kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2016, Kamis (29/12/2016). Dalam data yang dirilis ini jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan dibanding persitiwa yang sama di tahun 2015. Di tahun 2016, Satlantas Polres Blora mencatat adanya 507 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan kerugian materiil sejumlah Rp274,3 juta. Sementara di tahun 2015 tercatat peristiwa kecelakaan lalu lintas sebanyak 453 peristiwa dengan kerugian materiil sejumlah Rp332,1 juta.
Kepala Satlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer dalam rilisnya menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun ini ada sebanyak 92 orang meninggal. Jumlah ini turun dibandingkan tahun 2015 yang menelan korban meninggal dunia sejumlah 101 orang.
"Sementara jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak 37 orang dan korban dengan luka ringan sejumlah 682 orang," sebut Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, Kamis (29/12/2016).
Sementara di tahun 2015 jumlah korban yang mengalami luka berat sejumlah 66 orang dan luka ringan sejumlah 569 orang.
"Berdasarkan kelompok usia," lanjut AKP Febriyani Aer, "hingga jelang akhir tahun di tahun 2016 ini, dari jumlah korban tersebut, terbanyak di kelompok usia 16 hingga 25 tahun. Ada sejumlah 264 orang di usia tersebut yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas."

Dari sejumlah 264 di kelompok usia tersebut, jumlah korban yang meninggal dunia tergolong sedikit dibanding korban meninggal dunia di kelompok usia di atas 51 tahun.
"Jumlah korban meninggal dunia di usia antara 16 hingga 25 tahun ada sejumlah 18 orang yang meninggal. Sementara di kelompok usia di atas 51 tahun ada 25 orang yang meninggal dunia. Sedangkan di kelompok usia 41 hingga 50 tahun jumlah yang meninggal ada 17 orang dan di usia 26 hingga 30 tahun terdapat 6 orang yang meninggal dunia," sebut AKP Febriyani Aer.
Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di tahun ini disebutkan AKP Febriyani Aer lebih banyak disebabkan pelanggaran lalu lintas.
"Walaupun ada kecenderungan korban mengalami luka ringan namun jumlah peristiwa yang meningkat ini perlu lebih diperhatikan untuk di tahun-tahun mendatang kita dapat meminimalisir terjadinya lakalantas," pungkasnya. (*)
Dok. wartablora.com