JAKARTA (wartablora.com)—Polisi tengah mendalami kemungkinan adanya orang lain memanfaatkan Bambang Tri Mulyono untuk mengarang buku Jokowi Undercover. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan, pemeriksaan terhadap Bambang Tri oleh Bareskrim Polri juga difokuskan untuk mengetahui siapa di belakang Bambang Tri yang menyuruh mengarang buku.
"Masih kita dalami apakah ada orang yang memanfaatkan itu untuk (Pilpres) 2019," kata Brigjen Agus kepada detikcom, baru-baru ini.
Jenderal kelahiran Blora 50 tahun silam ini menegaskan jika Bambang tidak punya validitas data dalam menulis buku Jokowi Undercover.
"Kebanyakan bahan-bahannya itu ngarang-ngarang. Kita tanya buktinya apa, tidak punya bukti apa-apa, kita tanya kenapa, pokoknya ingin menulis sesuatu yang heboh. Kalau mau heboh, isinya fitnah kan kacau," ujarnya.
Dijelaskan Brigjen Agus, penangkapan Bambang Tri sebenarnya tidak lantaran laporan dari Michael Bimo.
"Penangkapan berdasarkan temuan penyidik. Lalu kita tingkatkan jadi penyidikan. Kemudian ada laporan Pak Bimo, kita jadikan satu, karena masalahnya kan sama," katanya.
Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan akan mencari tahu siapa yang menggerakkan Bambang Tri untuk menulis buku tersebut.
"Kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/1).
"Kemampuan menulisnya berantakan, tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran orang yang terdidik," sambungnya.
Sebelumnya, kakak sulung Bambang Tri, Endang Suhartini menyebutkan jika Bambang Tri pengidola berat Prabowo. Saking mengidolakan, Bambang Tri dikatakan kakaknya tersebut masih belum terima kekalahan Prabowo di Pilpres 2014 lalu. (*)
Sumber: Detik
waspada.co.id