BLORA (wartablora.com)—Bercita-cita hanya ingin bekerja di penerbitan dan jadi penulis membuat Bambang Tri pernah menolak tawaran kerja dari Bupati Blora Soekardi. Tawaran kerja ini disampaikan Bupati Soekardi sewaktu Bambang Tri masih berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
"Dulu pernah ditawari kerja sama Bupati Soekardi, tapi ditolak. Waktu itu Mul—panggilan Bambang Tri di keluarga besarnya—masih kuliah di Unsoed," cerita Endang Suhartini, kakak sulung Bambang Tri, Selasa (3/1/2017). Bupati Soekardi adalah Bupati Blora periode 1989-1999.
Bambang Tri, penulis buku Jokowi Undercover yang belakangan harus berurusan dengan polisi maunya hanya bekerja sebagai penulis dan penerbit.
"Tidak ingin kerja yang lain. Padahal kuliahnya di peternakan dan pertanian," kata Endang.
Selepas lulus dari SMA 1 Blora sekitar tahun 1988, Bambang Tri melanjutkan kuliah di Undip Semarang mengambil jurusan peternakan. Kuliah ini hanya dilakoni setahun. Tidak betah, Bambang Tri lantas keluar.
"Setelah itu lalu coba kuliah lagi. Dia masuk Unsoed ambil jurusan pertanian," kisah Endang.
Menjalani hidup berpindah-pindah karena tak betah kerja dengan orang lain, akhirnya sejak 4 tahun lalu Bambang Tri memutuskan pulang dan menetap di rumah peninggalan kakeknya di Dukuh Jambangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
"Saya senang Mul pulang 4 tahun lalu. Dia bisa menemani saya mengurus rumah. Saya yang tertua merasa repot mengurusi rumah sendirian," ungkap Endang.
Untuk kesibukan, Bambang Tri lalu minta ke kakak-kakaknya untuk dibelikan kambing buat diternak.
"Kesehariannya ya beternak ayam dan kambing itu," kata Endang sambil menunjukkan kandang yang terletak di samping tak jauh dari pendopo rumah.
Rumah yang ditinggali Bambang Tri terletak dalam satu lahan yang cukup luas. Ada pendopo di tengah. Bambang Tri menempati bangunan panjang berlantai dua di belakang pendopo. Bangunan panjang itu berkamar-kamar, mirip tempat kos. Sementara Endang Suhartini menempati rumah di sisi kiri pendopo. Hanya mereka berdua yang bertinggal di sini. Sementara 4 lainnya, termasuk Bambang Sadono, tidak tinggal di Blora.
Dua kakak Bambang Tri lainnya menetap di Semarang. Lalu satu kakaknya yang jadi pegawai di Kabupaten Demak menetap di Demak. Bambang Sadono, kakak Bambang Tri yang nomor 2 menetap di Jakarta jadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Dari kakak-kakaknya inilah Bambang Tri menggantungkan hidupnya. Bambang Tri sendiri memilik 2 anak dengan sulungnya telah SMP dan bungsunya duduk di kelas 5 SD.
"Sering saya kalau masak juga untuk rumah tengah," kata Endang.
Rumah tengah adalah sebutan untuk rumah di belakang pendopo yang ditinggali Bambang Tri.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Sabtu (31/12/2016) mengatakan, Bambang Tri menulis buku Jokowi Undercover lebih pada motif ekonomi. (*)
wartablora.com