Rabu, 24 Agustus 2016, 13:40 WIB

Terminal Cepu Diserahkan ke Jakarta

Pewarta : Gatot Aribowo
Gatot Aribowo Slamet Pamudji, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora.

BLORA (wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora telah mengantarkan berita acara penyerahan terminal Cepu ke pemerintah pusat di Jakarta. Selanjutnya serah terima operasional terminal Cepu akan efektif mulai berjalan awal tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora, Slamet Pamudji kepada wartablora.com, Rabu (24/08/2016) mengatakan, serah terima operasional terminal Cepu ini sudah semestinya dilakukan. Sebabnya, secara pendapatan terminal Cepu tidak menguntungkan bagi Pemkab Blora.

"Ini pendapatannya kecil, tidak sepadan dengan biaya operasional yang kita keluarkan. Ada komponen biaya gaji pegawai dan biaya pemeliharaan. Justru Pemkab harus nomboki pengoperasian terminal ini," katanya.

Serah terima berita acara ini dikabarkan Mumuk—panggilan akrab mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora ini—dilakukan minggu ini oleh Plt. Sekda Kabupaten Blora Sutikno Slamet.

"Selanjutnya mulai efektif berjalan tanggal 1 januari (2017) nanti," lanjutnya.

Dengan diserahkan ke pemerintah pusat, kata Mumuk, pegawai di terminal Cepu tidak lagi menjadi pegawai Pemkab namun jadi pegawai Pemerintah Pusat di bawah Kementerian Perhubungan.

"Jadi beban APBD untuk membayari gaji pegawai dan operasional terminal tersebut akan berkurang," katanya.

Selain itu, lanjut Mumuk kemudian, pelayanan di terminal tersebut akan mengalami standarisasi.

"Terminal Cepu ini kan tipe A, yakni tipe antar kota antar provinsi. Nanti akan distandarkan dengan standar nasional, mulai dari pelayanannya hingga perawatannya, juga kebersihannya. Kalau diserahkan ke Pemkab untuk menstandarkan, daerah kesulitan untuk itu. Biaya akan semakin membesar, namun pendapatan juga tidak seberapa," tambah Mumuk.

Pendapatan terminal Cepu sendiri, diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Cepu, Agus Warih Sungkowo, yang disetorkan ke APBD Kabupaten Blora tidak lebih dari Rp200 juta.

"Hanya kisaran Rp150 jutaan," katanya.

Dengan pendapatan sejumlah itu tiap tahunnya, tidak menutup untuk membayar gaji pegawai sejumlah 11 pegawai, ditambah 2 pekerja non PNS.

"Nantinya yang akan diserahkan ke kementerian yang untuk pegawai terlebih dulu," imbuh Sungkowo. (*) 



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved