BLORA (wartablora.com)—Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora Slamet Pamudji akan mendorong terbentuknya Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Blora. Namun ia juga mengingatkan tentang fungsi DKK yang tidak merupakan kelompok seni yang dapat dimintai bantuan pendanaan dalam even-even budaya dan seni.
Ditemui di kantornya, Mumuk—sapaan akrab Slamet Pamudji—mengatakan jika nantinya salah satu fungsi dari DKK adalah memberikan pertimbangan ke pemerintah daerah dalam soal kelayakan suatu even seni atau budaya juga kelompok komunitas yang bergiat dalam kesenian dan kebudayaan.
"Dewan Kesenian ini akan kita dorong. Karena ternyata kepengurusannya itu masih ada. Ada ketua dan sekretarisnya. Namun sudah 10 tahun ini memang vakum. Jadi akan kita dorong kembali (untuk terbentuk). Tapi perlu diingat, fungsinya bukan kelompok seni yang dapat dimintai bantuan pendanaan kelompok atau komunitas," kata Mumuk.
Fungsi DKK, disebutkan Mumuk, akan lebih pada memberikan pertimbangan-pertimbangan ke pemerintah tentang perkembangan seni dan budaya, termasuk pertimbangan kelayakan atau tidaknya suatu kelompok untuk mendapatkan bantuan.
"Dewan ini terlepas dari struktural organisasi pemerintah. Punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri. Bahkan AD ART-nya tidak sama dengan Dewan Kesenian yang ada di Provinsi, juga pusat. Jadi terlepas," katanya.
Dalam pembiayaan organisasi, Mumuk juga mengingatkan untuk kemandirian. Sebabnya, jika nantinya DKK dihidupkan butuh waktu 3 tahun untuk bisa mendapatkan pembiayaan bantuan dari pemerintah.
"Ini kan sesuai dengan Permendagri, jadi jika organisasi tersebut belum berusia 3 tahun hidupnya, maka tidak dapat dibiayai. Jadinya perlu membiayai dirinya sendiri," ujarnya.
"Tidak kurang akal untuk bisa membiayai dirinya sendiri. Even-even budaya dan seni bisa kita gunakan untuk mendapatkan hasil buat pembiayaan DKK nantinya. Atau donasi juga bisa," tutupnya. (*)