BLORA (wartablora.com)—Nasib sial dialami Rizal Tambunan, pemilik CV Lima Marito yang telah terlanjur mengirim puluhan truk pengangkut buku-buku untuk kelengkapan perpustakaan SMP se-Blora. Setelah ditolak pengiriman barangnya, Rizal terkena serangan jantung. Serangan ini terjadi sesaat setelah dia keluar dari ruang rapat Bupati Blora, Rabu Kliwon, 28 Desember 2011.
Rizal sempat jatuh setelah upayanya menerobos masuk kembali ke ruangan rapat dihalang-halangi petugas Satpol PP. Rizal ngotot hendak mengungkapkan perasaannya atas tidak diterimanya barang bernilai lebih dari Rp 10 miliar. Barang tersebut berupa ratusan ribu buku yang diangkut menggunakan sedikitnya 20 truk.
"Saya mau bicara. Saya mau bicara. Saya mau bicara," berulang-ulang Rizal mengatakan itu sambil meringsek maju ke pintu ruangan rapat. Seorang stafnya yang perempuan bahkan teriak-teriak dan sempat hendak menangis turut menenangkan bosnya itu.
Sebelumnya, Rizal sempat "diusir" dari ruangan rapat setelah selesai pertemuannya dengan Bupati Blora Djoko Nugroho. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menolak untuk menerima barang milik Rizal. Alasannya, CV Lima Marito milik Rizal belum ditetapkan sebagai pemenang lelang Dana Alokasi Khusus (DAK) buku-buku perpustakaan SMP. Malangnya, kendati belum ditetapkan sebagai pemenang, Rizal nekat mengirimkan barang bernilai puluhan miliar tersebut.
"CV Lima Marito baru sebagai calon pemenang, bukan pemenang," demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Blora Slamet Pamuji.
Meski kondisi jatuh, Rizal masih sadarkan diri. Hanya saja, nafasnya tersengal. Bisa jadi ia shock dengan kerugian miliaran rupiah atas pengiriman buku-buku tersebut.
Beberapa petugas Satpol PP pun kerepotan membopong Rizal. Setelah ditelentangkan di sofa ruangan di depan ruang Wakil Bupati Blora, Rizal pun dibawa ambulan ke RS Soetijono Blora.
Rabu petang, ketika wartablora.com menengoknya di ruang Anthurium, kondisi lelaki 64 tahun itu sudah cukup membaik. Ia sudah bisa duduk-duduk dan menonton televisi. Meski demikan, ia terlihat masih lemah dan butuh istirahat yang cukup.
"Saya akan mengundang semua wartawan, baik yang pro dan kontra, kalau tidak besok atau lusa. Saya akan buka semuanya, termasuk deal-deal dengan dinas (Disdikpora Kabupaten Blora) yang membuat saya berani kirim barang," ujarnya lirih ke wartablora.com. (*)