BLORA (wartablora.com)—Sejak diberlakukan gratis Bea Balik Nama (BBN) kendaraan pada 22 November 2016 lalu, lebih dari 1.300 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat telah mengenakan plat Blora (K-E). Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Samsat Blora, Pudji Astutik kepada wartablora.com, Selasa (13/12/2016).
"Hari ini saja (Selasa,13/12/2016) ada lebih dari 100 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang dibalik-namakan ke plat Blora," katanya.
Astutik mengatakan, rata-rata per hari kendaraan yang masuk untuk balik nama sejak diberlakukan gratis BBN mencapai 95 unit kendaraan bermotor.
"Terendah kami pernah sehari melayani 80 unit kendaraan yang berbalik nama. Di hari-hari setelah libur, biasanya akan membludak, seperti hari ini. Dan ini telah berlangsung sejak 22 November lalu, dan akan berakhir di 30 Desember mendatang. Ini untuk provinsi Jawa Tengah ya. Sedangkan dari luar provinsi kan sudah kami gratiskan sejak April lalu," katanya.
Gratis BBN ini dikatakan Astutik tidak lantas gratis semuanya. Ada beberapa komponen yang tetap bayar. Yakni antara lain pajak kendaraan bermotor.
"Walaupun," kata Astutik, "denda pajak tidak kita kenakan. Sementara denda Jasa Raharja hanya di tahun terakhir yang kita kenakan."
Pajak kendaraan bermotor yang masih tetap dipungut hanya sampai pada tahun ke-5. Artinya jika kendaraan anda sudah 10 tahun mati, hanya membayar pajak selama 5 tahun.
"Jadi tidak gratis-tis. Pajak tetap harus bayar. Kalau 3 tahun, ya 3 tahun. Tapi kalau lebih dari 5 tahun, kita menghitungnya kena 5 tahun. Sementara plat nomor tetap bayar, dan SWD juga tetap bayar," kata Astutik.
SWD, lengkapnya SWDKLLJ, atau Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.
"Ini untuk Jasa Raharja," kata Astutik.
"Yang gratis," lanjut Astutik, "yang balik nama yang besarannya satu setengah persen kali nilai jual kendaraan bermotor tersebut. Lainnya tidak."
Semula, imbuhnya, banyak masyarakat yang beranggapan gratis semuanya.
"Bahkan ada yang sama sekali tidak bawa uang karena dianggap gratis semuanya. Padahal tidak," katanya. (*)
Gatot Aribowo