Selasa, 13 Desember 2016, 18:02 WIB

BBN Gratis, Lebih 1.300 Kendaraan Berplat Blora

Pewarta : Gatot Aribowo
Gatot Aribowo Pelayanan di Samsat Blora. Sejak diberlakukan gratis BBN kendaraan, rata-rata sehari ada 95 unit kendaraan, baik roda 2 maupun 4 yang menggunakan plat nomor Blora. 

BLORA (wartablora.com)—Sejak diberlakukan gratis Bea Balik Nama (BBN) kendaraan pada 22 November 2016 lalu, lebih dari 1.300 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat telah mengenakan plat Blora (K-E). Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Samsat Blora, Pudji Astutik kepada wartablora.com, Selasa (13/12/2016).

"Hari ini saja (Selasa,13/12/2016) ada lebih dari 100 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang dibalik-namakan ke plat Blora," katanya.

Astutik mengatakan, rata-rata per hari kendaraan yang masuk untuk balik nama sejak diberlakukan gratis BBN mencapai 95 unit kendaraan bermotor.

"Terendah kami pernah sehari melayani 80 unit kendaraan yang berbalik nama. Di hari-hari setelah libur, biasanya akan membludak, seperti hari ini. Dan ini telah berlangsung sejak 22 November lalu, dan akan berakhir di 30 Desember mendatang. Ini untuk provinsi Jawa Tengah ya. Sedangkan dari luar provinsi kan sudah kami gratiskan sejak April lalu," katanya.

Gratis BBN ini dikatakan Astutik tidak lantas gratis semuanya. Ada beberapa komponen yang tetap bayar. Yakni antara lain pajak kendaraan bermotor.

"Walaupun," kata Astutik, "denda pajak tidak kita kenakan. Sementara denda Jasa Raharja hanya di tahun terakhir yang kita kenakan."

Pajak kendaraan bermotor yang masih tetap dipungut hanya sampai pada tahun ke-5. Artinya jika kendaraan anda sudah 10 tahun mati, hanya membayar pajak selama 5 tahun.

"Jadi tidak gratis-tis. Pajak tetap harus bayar. Kalau 3 tahun, ya 3 tahun. Tapi kalau lebih dari 5 tahun, kita menghitungnya kena 5 tahun. Sementara plat nomor tetap bayar, dan SWD juga tetap bayar," kata Astutik.

SWD, lengkapnya SWDKLLJ, atau Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

"Ini untuk Jasa Raharja," kata Astutik.

"Yang gratis," lanjut Astutik, "yang balik nama yang besarannya satu setengah persen kali nilai jual kendaraan bermotor tersebut. Lainnya tidak."

Semula, imbuhnya, banyak masyarakat yang beranggapan gratis semuanya.

"Bahkan ada yang sama sekali tidak bawa uang karena dianggap gratis semuanya. Padahal tidak," katanya. (*)



Kamis, 08 Desember 2016

Tak lagi mudah, tapi mengajarkan tantangan. Tak hanya tangkas dalam teori, namun harus tangkas dalam praktik. Itulah yang akan anda alami saat mengikuti ujian SIM C. Bagaimana seluk beluk ujiannya? Wartawan kami, Gatot Aribowo menuliskannya untuk anda.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved