BLORA (wartablora.com)—Samsat sebentar lagi akan masuk ke desa-desa. Berbekal printer dan komputer jinjing, petugas Samsat akan mendatangi wajib-wajib pajak yang hendak membayar pajak kendaraannya. Sementara ini baru ada petugas dengan dua kendaraan yang akan menjemput wajib pajak kendaraan, dan difokuskan di daerah-daerah yang tunggakan pajaknya tinggi.
"Fokus sementara di daerah Kecamatan Blora dan Kecamatan Cepu. Dua kecamatan ini tunggakan pajak dari wajib pajak kendaraan yang tinggi," kata Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Blora Untung Sirinanto kepada wartawan usai peluncuran Samsat Desa di pelataran Kantor Samsat Blora di Bangkle, Rabu (31/5/2017).
Peluncuran ditandai dengan pemotongan balon udara oleh Bupati Blora Djoko Nugroho. Dihadiri Kapolres Blora AKBP Surisman di peluncuran itu, Bupati menjanjikan 10 sepeda motor untuk Samsat Desa dalam kesempatan acara tersebut.
Setelah lengkap sarana kendaraan berikut peralatan yang akan digunakan, di tiap kecamatan di Blora nantinya akan ada Samsat Desa.
"Kalau program ini berhasil di Blora, Gubernur nantinya bisa menjadikan ini sebagai program provinsi, dan tiap kabupaten di Provinsi Jawa Tengah akan ada Samsat Desa, maka dibutuhkan ribuan tenaga atau staf untuk program Samsat Desa ini, karena tentu saja staf kami akan kekurangan untuk disertakan dalam Samsat Desa ini," papar Untung.
Tahun ini UPPD Kabupaten Blora yang membawahi Samsat Blora sebagai kantor induk dan Samsat Cepu sebagai kantor pembantu, menargetkan Rp104 miliar pendapatan dari pajak kendaraan bermotor. Tahun lalu, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor telah mencapai Rp94 miliar. Sementara hingga 5 bulan ini, pendapatan masuk belumlah menyentuh Rp40 miliar. Dengan salah satu upayanya menyediakan Samsat Desa, Untung berharap pendapatan yang ditargetkan akan terpenuhi.
Upaya Untung ini tak main-main. Ia merampingkan stafnya sehingga ada alokasi kendaraan untuk kepala seksi yang tersisa. Sisa alokasi kendaraan ini digunakan untuk pelayanan Samsat Desa.
Kendaraan itu lalu dimodifikasi sedemikian rupa dengan dibekali boks di belakang kendaraan. Boks bisa digeser maju mundur. Ada pintu di bagian belakang boks, tergembok. Saat dibuka, di dalamnya ada peralatan berupa printer dan komputer jinjing. Tak lupa berbekal modem internet.
"Pelayanan Samsat Desa tetaplah online dan tersambung dengan pusat," kata Untung.
Jika nantinya Bupati Blora memberi bantuan untuk menambah armada Samsat Desa, sudah pasti Untung membutuhkan tenaga tambahan karena saat ini stafnya di Samsat, baik di induk di Blora maupun di pembantu di Cepu, sudah tak memungkinkan lagi untuk dipergunakan Samsat Desa.
"Kita akan menggunakan pegawai tidak tetap, dan itu diperbolehkan dalam undang-undang," kata Untung mengakhiri. (*)
Gatot Aribowo