BLORA (wartablora.com)—Kecelakaan karambol dialami seorang pejabat Blora di jalan tol di Jakarta baru-baru ini. Kecelakaan karambol sering terjadi akibat tidak berpikir dan bertindak aman dalam mengemudikan kendaraan. Bagaimana untuk terhindar kecelakaan karambol?
Instruktur Kursus Stir Mobil Lembaga Pendidikan EMC Informatika Cabang Blora, Herman Sodik membagikan cara aman untuk terhindar dari kecelakaan karambol.
"Kecelakaan karambol ini kan kecelakaan beruntun karena kita iring-iringan. Entah kita beriringan dalam kecepatan sedang atau tinggi, ataupun kita beriringan dalam kecepatan lambat di saat lalu lintas macet, misalnya. Satu yang pasti untuk terhindar dari kecelakaan adalah kondisi tubuh wajib untuk fit," kata Herman, Rabu (8/02/2017).
Dengan kondisi tubuh tetap fit, kewaspadaan dalam mengemudikan kendaraan akan selalu terjaga.
"Karena sedikit lengah saja, kecelakaan bisa terjadi," ujar Herman.
Untuk dalam keadaan iring-iringan, Herman menyarankan untuk selalu jaga jarak dengan kendaraan di depannya.
"Saat berhenti, misalnya, itu saja ada jarak amannya. Jarak aman saat berhenti adalah ban belakang kendaraan di depan kita dalam posisi masih terlihat. Sementara untuk kecepatan lambat, atau maksimal 50 kilometer per jam, jarak aman dengan kendaraan di depan antara 10 hingga 15 meter," papar Herman.
Dengan jarak aman, pengemudi masih dalam kondisi dapat mengontrol pengereman.
"Di kecepatan maksimal 50 kilometer per jam, dengan jarak 10 meter masih bisa melakukan pengereman jika tiba-tiba kendaraan di depan mengurangi kecepatan secara mendadak. Kecepatan di atas 50 kilometer, akan lebih dari itu untuk jarak aman dengan kendaraan di depan. Ada hitungannya," jelas Herman.
Kondisi berbeda apabila pengemudi mengambil keputusan untuk mendahului kendaraan di depannya. Dalam kondisi ini, kata Herman, beriringan dengan kendaraan di depannya otomatis akan terjadi.
"Prinsipnya saat mengambil putusan mendahului adalah cepat, tepat, dan akurat," pungkasnya. (*)
wartablora.com