BLORA (Warta Blora.Com) - Tahun 2017 ini tampaknya seluruh warga Blora perlu untuk mewaspadai merebaknya serangan penyakit Demam Berdarah (DB) . Hingga tanggal 18 Januari tahun ini, tercatat sudah ada 13 warga Blora terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypty itu.
''Penyebabnya cuaca akhir-akhir ini sedang tidak menentu sehingga memacu jumlah kasus serangan DB,'' tandas Kepala Dinas Kesehatan Blora, Dokter Heny Indriyani.
Dia menjelaskan 13 kasus DB tersebut tersebar di sejumlah Kecamatan di Blora, yakni di Kecamatan Jepon, Kecamatan Bogorejo, Cepu, Randublatung, dan Kecamatan Blora Kota. Dari pantauan, di wilayah Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Banjarejo diduga juga ada beberapa kasus DB, hanya saja hingga sat ini belum terpantau.
Dokter Heny mengingatkan, agar penanangan pasien DB tidak terlambat, dihimbau jika ada anggota keluarga yang terserang demam selama 3 hari tidak turun-turun supaya segera dibawa ke Puskesmas, Dokter atau rumah sakit terdekat.
Sebagaimana diketahui, selama tahun 2016 jumlah kasus Demam Beradarah Dengue (DBD) di Blora masih tergolong tinggi, yakni mencapai 713 kasus. Dari jumlah itu, 9 penderita penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypty itu meninggal dunia.
Terkait dengan pengalaman kasus DBD di tahun 2016 itu pihak Dinkes Blora wanti-wanti agar seluruh warga Blora tetap waspada. Disamping untuk terus menggalakan pembasmian sarang nyamuk (PSN). Karena dengan PSN merupakan cara yang efektif untuk menekan angka serangan DB. (*)
Warta Blora.Com