Jumat, 25 November 2016, 15:39 WIB

DB Meningkat, Dinkes Blora Intensif Lakukan Fogging

Warta Blora.Com FOGGING : Seorang petugas Dinkes Blora tengah fogging melakukan fogging di sebuah wilayah diketahui ada penderita DB-nya. 

BLORA (warta blora.com) -  Seiring dengan merebaknya penyakit Demam Berdarah (DB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora intensif melakukan penyemprotan (foging). Meski demikian, kepada seluruh warga untuk aktif melakukan Pembasmiaan Sarang Nyamuk (PSN), karena cara itu merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk menekan jumlah kasus DB.

Kepala Dinkes Blora, dokter Heny Indriyani ketika dikonfirmasi membenarkan, jika belakangan ini instansinya getol melaksanakan fogging ke sejumlah desa yang diketahui atau ditemukan kasus Demam Beradarah.  ''Ya memang kami baru getol-getolnya melakukan foging. Tanpa ada permintaan, kalau diketahui di sebuah lingkungan ada kasus DB -nya kami kami pasti segera melakukan fogging,'' jelasnya, Jumat (25/11)

Sebagaimana diketahui,  baru-baru ini  demam berdarah (DB) di Blora menelan seorang korban jiwa, yakni seorang anak asal Kelurahan Kunden, Blora Kota. Dengan demikian, mulai bulan Januari hingga pertengahn November 2016 ini, penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypti itu telah menelan korban jiwa 10 orang.

Kabar terbaru, seorang murid kelas 2 SD, di Kalisari, Kecamatan Randublatung juga meninggal akibat terserang DB. Hanya saja, penyebab kematiannya apakah karena DB atau penyakit lain masih menjadiperdebatan. Hanya saja, diperoleh informasi, terlepas ketidakpastian itu, pihak Dinkes Blora juga telah melakukan fogging di sekitar SD Kalisari tersebut.

700 Kasus

Terpisah,  Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Lilik Hernanto SKM Mkes menjelaskan,  hingga saat ini jumlah kasus DB di Blora sudah mencapai 700 penderita. Untuk penyebarannya, tertinggi berada di Kecamatan Blora Kota, disusul Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Cepu.

Menurut Lilik Hernanto,  seiring dengan meningkatnya kasus DB belakangan ini,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mengingatkan  kepada seluruh warga Blora untuk waspada. Disarankan untuk terus meningkatkan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN).

Disamping itu,  lanjut Lilik, apabila mendapati anggota keluarga yang mengalami demam 3 hari segera dibawa ke dokter atau puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Hal itu harus dilakukan dalam rangka untuk antisipasi jangan sampai jika memang  terkena DB tidak terlambat untuk menanganinya. (*)



Senin, 24 September 2018

Belasan petani mendatangi DPRD Kabupaten Blora, Senin, 24 September 2018 untuk audiensi. Bertepatan dengan hari tani, mereka menyatakan keinginannya bertani sekaligus bisa mengecerkan pupuk bersubsidi sendiri.


Rabu, 08 Februari 2017

Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved