Sabtu, 21 Oktober 2017, 12:51 WIB

Tahanan Meninggal di Lapas

Kalapas Berharap Pemkab Bantu Bangun Klinik

Pewarta : Gatot Aribowo
Gatot Aribowo/wartablora.com Yogha Aditya Ruswanto, Kepala lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Blora.

BLORA (wartablora.com)—Kepala lembaga pemasyarakatan (Kalapas) Blora Yogha Aditya Ruswanto berharap pemerintah kabupaten Blora dapat membantu pembuatan klinik kesehatan bagi warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIB Blora. Harapan ini ia sampaikan menyusul meninggalnya seorang tahanan di dalam Lapas, Sabtu, 21 Oktober 2017.

"Kalau bisa dibuatkan klinik di dalam. Karena bagaimana pun yang kita bina di sini adalah masyarakat Blora yang memang perlu juga mendapatkan layanan kesehatan," katanya pada Sabtu siang.

Jika pun belum mampu membuatkan klinik, Kalapas berharap ada kunjungan dokter atau tenaga medis lainnya dari rumah sakit atau Puskesmas setiap harinya.

"Mudah-mudahan pemerintah daerah (Kabupaten Blora), dalam hal ini Dinas Kesehatan mungkin, melalui rumah sakit umum atau Puskesmas terdekat mungkin ada home visit, minimal dokter atau perawat dalam semingg bisa standby 2 hingga 4 jam."

Kalapas sendiri mengakui jika di Lapas Kelas IIB Blora untuk fasilitas kesehatan belum memadai. Meskipun dalam seminggu ada sekali kunjungan tenaga medis dari Puskesmas, namun itu pun belum maksimal. Tak jarang tenaga medis yang seminggu sekali mengunjungi Lapas lebih memprioritaskan layanan kesehatan di luar.

Pagi sebelumnya, pihak Lapas dikejutkan dengan meninggalnya seorang tahanan atas nama Joko Marwoto, usia 49 tahun, beralamat di Cepu. Penyebab meninggalnya karena sakit komplikasi.

"Penyebab sakit jantung komplikasi ginjal," sebut Kalapas.

Joko ini sebelumnya pernah masuk tahanan dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Di bulan Agustus lalu, Joko masuk dititipkan ke Lapas dalam perkara pembalakan liar. Selama dua bulan lebih ini Joko baru sekali menjalani sidang.

"Jadi saat masuk ke sini juga ada pemeriksaan kesehatan. Bahkan saat di kepolisian juga. Memang almarhum ini sejak awal telah menyampaikan pada kami jika ia memiliki riwayat sakit dalam," kata Kalapas.

Namun, lanjut Kalapas, almarhum tidak pernah mengeluh atas sakitnya tersebut.

"Bahkan semalam (Jumat malam) hingga jam sebelas ia masih ngobrol dengan teman-temannya. Lalu paginya, ya sekitar jam setengah 6 atau jam 6 sewaktu teman-teman sekamarnya sudah bangun, saat almarhum ini dibangunkan ternyata sudah tidak bereaksi," terang Kalapas. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved