BLORA (wartablora.com)—Menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53, Rutan Kelas IIB Blora menggelar khataman selama 6 hari, dimulai Kamis (20/4/2017). Khataman diikuti lebih dari 200 tahanan, akan berlangsung setiap hari dari jam 8 pagi hingga 3 sore, bertempat di masjid At-taubah Rutan Kelas IIB Blora. Peserta khataman akan dipecah menjadi beberapa kelas, mulai dari kelas juzama hingga kelas yang sudah bisa membaca dengan lancar.
"Nantinya (setelah hari bhakti) akan kita gelar rutin setiap Senin hingga Kamis untuk lebih membina warga rutan agar setelah keluar dari tahanan bisa khatam Al-quran," kata Kalapas Yogha Aditya Ruswanto di sela acara pembukaan yang dihadiri Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Blora Nuril Anwar dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman.
Yogha berharap setelah 6 hari khataman ini, warga binaan bisa tambah rajin beribadah.
"Mulai yang dulunya tidak pernah sholat 5 waktu, mungkin dengan adanya kegiatan seperti ini mereka mulai mau melakukan sholat, dan yang dulunya tidak bisa mengaji mungkin sekarang mau belajar mengaji," ucapnya.
Dalam kesempatan khataman itu, Yogha bahkan memiliki ide untuk menjadikan rumah tahanan sebagai pondok pesantren.
"Saya ingin warga binaan yang masuk sini seolah-olah tengah mondok," ujarnya.
Keinginan untuk menjadikan rumah tahanan sebagai pondok pesantren disambut antusias Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Blora Nuril Anwar.
"Kementrian Agama siap melakukan penyuluhan kepada warga binaan," katanya.
Saat ini Kantor Kementrian Agama Kabupaten Blora memiliki 360 tenaga penyuluh serta 17 tenaga penyuluh non PNS.
“Dengan adanya Ponpes ini diharapkan tidak ada lagi warga binaan. Yang ada semua santri dengan suasana kekeluargaan dan keagamaannya lebih kental. Semuanya juga bisa saling bercengkrama,” kata Nuril Anwar.
Sementara Wakil Bupati Blora Arief Rohman berharap pondok pesantren di Lapas Blora ini bisa terwujud sebelum Ramadhan.
"Nantinya bisa dilakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Untuk launching-nya saya berharap dilakukan sebelum bulan Ramadhan tiba," kata Arief Rohman. (*)
Istimewa