Kamis, 06 April 2017, 18:49 WIB

Lapas Blora Kekurangan Tenaga Jaga

Ari Prayudhanto/wartablora.com Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blora saat mengikuti kegiatan pelatihan budidaya jambu kristal, Rabu (5/4/2017).

BLORA (wartablora.com)—Kepala Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blora, Sugito mengatakan jumlah tenaga jaga di Lapas Blora masih jauh dari ideal jika dibanding dengan jumlah narapidana yang diawasi. Saat ini jumlah narapidana yang menghuni Lapas Blora ada sekitar 221 narapidana. Sementara petugas penjagaannya hanya berjumlah 27 orang. Itupun sudah termasuk dengan staf administrasi.

"Memang untuk petugas penjagaan di sini jauh dari kata ideal," katanya kepada wartablora.com, Kamis (6/4/2017).

Dari jumlah tenaga jaga yang ada, kata Sugito, dibagi menjadi 3 regu dengan setiap regunya diisi hanya 3 tenaga jaga.

"Idealnya satu regu ada 8 tenaga jaga," ujarnya.

Meski masih jauh dari jumlah ideal, Sugito menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara maksimal.

"Kita sebagai petugas juga tidak boleh mengeluhkan alasan tersebut. Oleh karena itu kita berusaha mengatur strategi dan pandai-pandainya kita menyiasatinya," ucapnya.

Salah satu untuk menyiasatinya adalah dengan membentuk karakter narapidana agar jauh dari berpikir negatif, seperti melarikan diri atau melanggar larangan-larangan yang ditetapkan oleh Lapas.

"Salah satunya ya dengan cara memberikan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif kepada para warga binaan. Seperti baru-baru ini kita mengadakan kegiatan pembudidayaan jambu kristal, atau beberapa waktu lalu kita mengadakan penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan positif untuk menghindarkan narapidana dari berpikir ke kegiatan-kegiatan negatif," jelasnya.

Dengan program kegiatan positif, imbuh Sugito, akan mengurangi beban penjagaan buat mengawasi para narapidana.

"Tapi kita tetap ada kontrol dan pemeriksaan secara rutin. Jadi kendati sudah banyak kegiatan-kegiatan positif, kami di penjagaan tidak lantas mengurangi pengawasannya," imbuhnya. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved