BLORA (wartablora.com)—Kecelakaan yang melibatkan anak usia sekolah belum lama ini menambah daftar panjang jumlah korban meninggal kecelakaan lalu lintas selama 9 bulan terakhir. Data di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora mencatat, terdapat 72 orang kehilangan nyawa di tahun ini dalam 367 kejadian kecelakaan lalu lintas.
KBO Satlantas Polres Blora, Iptu Markus kepada wartablora.com, Senin (5/9/2016) mengatakan, jumlah 72 orang ini tidak dirinci usianya.
"Ada data itu. Tapi kita harus merinci dulu, berapa yang melibatkan anak usia sekolah hingga meninggal," katanya.
Dalam data yang dirilis Satlantas Polres Blora, jumlah korban lakalantas yang berusia di bawah 15 tahun sejumlah 50 anak. Terbanyak adalah usia antara 16 tahun hingga 25 tahun. Di tahun sebelumnya, hingga Desember terdapat 67 anak usia bawah 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
"Kami tak henti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Bahkan kejadian yang baru-baru itu, kami menurunkan petugas untuk kembali sosialisasi ke sekolah mereka. Kami hanya bisa berharap ini adalah kejadian terakhir," kata Iptu Markus.
Tak hanya di sekolah, kepolisian juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.
"Kuncinya kan ada di orang tua. Kami hanya bisa melakukannya sebatas ini," imbuh Markus.
Sementara itu Kepala Unit (Kanit) Lakalantas Satlantas Polres Blora Aipda Noor Badi mengungkapkan, kejadian kecelakaan yang menewaskan dua anak usia sekolah baru-baru ini akibat ulah ugal-ugalan si anak.
"Orang tua harusnya memperhatikan ini jika sayang terhadap anak. Jangan apa-apa dimanjakan," pesannya melalui wartablora.com, Selasa (6/9/2016).
Kejadian itu, kata Aipda Badi, akibat si anak yang berkendara dengan ban tipis. Ban ini memang tren di kalangan anak-anak yang senang memodifikasi sepeda motor.
"Itu jalan tikungan. Dari kesaksian yang kami peroleh, dua anak itu tak mampu menguasai kendaraannya. Sepeda motornya Vixion. Oleng, lalu menghantam truk," ceritanya. (*)