BLORA (wartablora.com)—Tabrakan beruntun antara truk bermuatan pasir, Honda CRV dan Daihatsu Zebra terjadi Sabtu dinihari (17/9/2016) di Seso, Blora. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas ini. Korban hanya menderita luka cukup ringan. Namun, Honda CRV dan Daihatsu Zebra mengalami kerusakan sangat parah di bagian muka.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Blora Ajun Komisari Polisi (AKP) Handoko Suseno melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka) Aipda Noor Badi yang baru bisa ditemui wartablora.com Sabtu siang memberitahukan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab utama kecelakaan tersebut.
"Kejadian sekitar jam 1 dinihari. Dari pengakuan sopir truk, ia menyalakan lampu hazard (darurat). Namun kita belum bisa memastikan karena sopir kendaraan Honda CRV masih dalam perawatan sehingga belum bisa kita mintai keterangan," kata Aipda Noor Badi.
Menurut Noor Badi kecelakaan itu terjadi lantaran truk bermuatan pasir dengan plat K-1877-AH berhenti di badan jalan. Truk ini dikemudikan Budianto, warga Kacangan, Todanan.
"Mereka ke-ban-an (ban meletus), dan tidak berhenti di pinggir jalan tapi di badan jalan," kata Kanit Laka.
Sementara Honda CRV berplat nomor polisi AA-7857-MH yang dikemudikan Supriadi, warga Blora yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Lorong I, melaju dari arah timur.
"Honda CRV dari arah timur melaju sepanjang jalan Jenderal Sudirman, dari depan searah ada truk berhenti di badan jalan. Karena jarak sudah dekat, Honda CRV ini tak dapat dikendalikan dan menabrak truk dari belakang. Dari belakang CRV ternyata ada juga kendaraan bermotor Daihatsu Zebra, nabrak CRV dari belakang," kronologis disampaikan Aipda Noor Badi.
Tidak diketahui secara pasti laju kecepatan dua kendaraan tersebut. Juga tidak diketahui dengan jelas, apakah sopir Daihatsu Zebra berplat L-1969-AA yang bermuatan 3 penumpang dari Surabaya tersebut mengambil jarak terlalu dekat dengan kendaraan Honda CRV di depannya.
Polisi juga belum bisa memastikan apakah 2 pengemudi kendaraan yang rusak berat tersebut dalam keadaan mengantuk. Belum jelas juga, apakah lampu jarak jauh dari dua kendaraan yang tabrakan beruntun akibat truk yang berhenti sembarangan, dinyalakan.
"Yang pasti keadaan memang gelap, dan tak ada lampu penerangan jalan," pungkas Kanit Laka.
Sebagai penutup, Kanit Laka berpesan agar pengemudi-pengemudi selalu jaga kewaspadaan ketika melajukan kendaraannya. Ia juga memperingatkan sopir-sopir truk agar tidak berhenti sembarangan saat bannya meletus. (*)