BLORA (wartablora.com)—Salah satu korban pengeroyokan massa yang kini dirawat di RSUD dr. Soetijono, yakni Zainudin akan dioperasi hari ini, Jumat (7/4/2017). Hingga siang ini Zainudin masih menunggu siapnya ruang operasi.
"Ini kita masih menunggu ruang operasi," kata Jati, salah seorang perawat yang bertugas di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soetijono.
Rencananya operasi tidak lagi ditangani dokter ahli bedah. Sebelumnya, seperti diberitakan wartablora.com, penanganan akan dilakukan oleh dokter Daniel yang merupakan satu dari dua dokter bedah yang dimiliki RSUD dr. Soetijono Blora.
"Nanti tidak lagi ditangani dokter Daniel, tapi dokter Geri," ujar Jati.
dokter Geri adalah dokter ahli bidang ortopedi. Penanganan operasi diserahkan ke ahli ortopedi sebabnya patah tulang yang dialami Zainudin cukup panjang.
"Ini patahnya panjang, jadinya perlu ditangani secara khusus," ungkap Jati.
Saat dijenguk wartablora.com, Zainudin sedang istirahat. Ia masih dirawat di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soetijono. Ruang ini khusus untuk pasien bedah. Zainudin yang sebelumnya dirawat di Kelas II telah dipindahkan ke Kelas IIIB.
Sebelumnya, Zainudin dikeroyok sejumlah orang di Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Rabu siang (5/4/2017). Polisi menyebut massa berasal dari dua desa, yakni Desa Plosorejo dan Desa Ngilen. Pengeroyokan akibat salah paham. Massa menyangka Zainudin adalah pelaku penculikan anak.
Zainudin sebenarnya sempat menyakinkan ke massa warga jika anak-anak yang ia bawa itu adalah benar anaknya. Bahkan sambil menahan gebukan dari warga ia berusaha mengambil teleponnya tempat ia menyimpan foto-foto anak-anak dan istrinya untuk ditunjukkan ke massa warga. Brutalnya, warga seolah tak mau tahu dan tetap mengeroyok Zainudin. (*)
Gatot Aribowo