Jumat, 07 April 2017, 14:29 WIB

Korban Pengeroyokan Ditangani Ahli Ortopedi

Pewarta : Gatot Aribowo
Gatot Aribowo Zainudin tengah dirawat di RSUD dr. Soetijono. Rencananya Jumat (7/4/2017) akan menjalani operasi bedah tulang kaki kanannya.

BLORA (wartablora.com)—Salah satu korban pengeroyokan massa yang kini dirawat di RSUD dr. Soetijono, yakni Zainudin akan dioperasi hari ini, Jumat (7/4/2017). Hingga siang ini Zainudin masih menunggu siapnya ruang operasi.

"Ini kita masih menunggu ruang operasi," kata Jati, salah seorang perawat yang bertugas di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soetijono.

Rencananya operasi tidak lagi ditangani dokter ahli bedah. Sebelumnya, seperti diberitakan wartablora.com, penanganan akan dilakukan oleh dokter Daniel yang merupakan satu dari dua dokter bedah yang dimiliki RSUD dr. Soetijono Blora.

"Nanti tidak lagi ditangani dokter Daniel, tapi dokter Geri," ujar Jati.

dokter Geri adalah dokter ahli bidang ortopedi. Penanganan operasi diserahkan ke ahli ortopedi sebabnya patah tulang yang dialami Zainudin cukup panjang.

"Ini patahnya panjang, jadinya perlu ditangani secara khusus," ungkap Jati.

Saat dijenguk wartablora.com, Zainudin sedang istirahat. Ia masih dirawat di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soetijono. Ruang ini khusus untuk pasien bedah. Zainudin yang sebelumnya dirawat di Kelas II telah dipindahkan ke Kelas IIIB.

Sebelumnya, Zainudin dikeroyok sejumlah orang di Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Rabu siang (5/4/2017). Polisi menyebut massa berasal dari dua desa, yakni Desa Plosorejo dan Desa Ngilen. Pengeroyokan akibat salah paham. Massa menyangka Zainudin adalah pelaku penculikan anak.

Zainudin sebenarnya sempat menyakinkan ke massa warga jika anak-anak yang ia bawa itu adalah benar anaknya. Bahkan sambil menahan gebukan dari warga ia berusaha mengambil teleponnya tempat ia menyimpan foto-foto anak-anak dan istrinya untuk ditunjukkan ke massa warga. Brutalnya, warga seolah tak mau tahu dan tetap mengeroyok Zainudin. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved