Jumat, 07 April 2017, 16:01 WIB

Rebutan Anak Berujung Pengroyokan Massa

Brutalnya Pelaku Tanpa Mau Tahu

Pewarta : Gatot Aribowo
courtesy Jawa Pos Radar Kudus Sepeda motor milik salah satu korban pengeroyokan pun dibakar.

BLORA (wartablora.com)—Zainudin, korban pengeroyokan massa di Desa Plosorejo Kecamatan Kunduran pada Rabu (5/4/2017) lalu, telah sadar dari siumannya (ralat dari sebelumnya yang tidur terlelap). Zainudin sempat menceritakan kejadian sesungguhnya kepada istrinya. Seperti apa kejadiannya?

Sugiarti, istri Zainudin, saat dikunjungi wartablora.com, Jumat (7/4/2017) bercerita jika suaminya telah berusaha menyakinkan ke massa warga yang mengeroyoknya jika dua anak yang dibawa itu adalah benar-benar anaknya.

"Massa seperti tidak mau tahu dan membabi buta menghajar suami saya. Padahal suami saya telah mengatakan jika dua anak yang dibonceng di sepeda motor itu adalah benar anaknya," cerita Sugiarti.

Sambil menahan gempuran tangan dan kaki dari pelaku pengeroyokan, Zainudin berusaha mengambil telepon genggamnya untuk ditunjukkan foto-foto dari anak-anak dan istrinya.

"Pak-pak, itu benar anak saya, Pak, itu benar anak saya, Pak," Sugiarti menirukan ucapan suaminya saat berkisah ke wartablora.com.

Tapi warga seperti kesetanan tak memberi ampun pada Zainudin dan Agus. Meisa yang semula digendong Zainudin, disaut salah seorang dari mereka. Setelah itu Zainudin kembali dihajar.

"Saat jatuh itu, Zahra terpental dan jatuh," kata Sugiarti sambil telunjuk tangannya memberi tahu jarak jatuhnya Zahra.

Zahra jatuh terpental sejauh 3 meteran. Saat terjatuh itu, Zainudin sempat berteriak minta tolong untuk anaknya dibawa ke Puskesmas terdekat. Bukannya menolong, warga justru memukuli dua pria malang itu.

Henik, kakak ipar Zainudin, yang tertinggal jauh di belakang saat kejar-kejaran sepeda motor antara warga dengan Zainudin, tak lagi kuasa menghentikan brutalnya warga.

"Saya mendapati Agus dihajar tersendiri. Saya tidak tahu kalau itu temannya (Zainudin). Saya kira orang lain. Saya lalu mencari ipar saya itu," kata Henik.

Tak sekedar menghajar, warga juga membakar kendaraan milik Agus, warga desa Bakah, Kecamatan Kunduran, yang merupakan teman dari Zainudin itu.

Kepala kepolisian sektor Kunduran AKP Agus Budiman mengatakan, pihaknya masih memburu para pelaku pengeroyokan. Sayangnya, hingga hari ketiga setelah kejadian, polisi belum satupun menetapkan tersangka pelaku pengroyokan. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved