BLORA (wartablora.com)—Zainudin, korban pengeroyokan massa di Desa Plosorejo Kecamatan Kunduran pada Rabu (5/4/2017) lalu, telah sadar dari siumannya (ralat dari sebelumnya yang tidur terlelap). Zainudin sempat menceritakan kejadian sesungguhnya kepada istrinya. Seperti apa kejadiannya?
Sugiarti, istri Zainudin, saat dikunjungi wartablora.com, Jumat (7/4/2017) bercerita jika suaminya telah berusaha menyakinkan ke massa warga yang mengeroyoknya jika dua anak yang dibawa itu adalah benar-benar anaknya.
"Massa seperti tidak mau tahu dan membabi buta menghajar suami saya. Padahal suami saya telah mengatakan jika dua anak yang dibonceng di sepeda motor itu adalah benar anaknya," cerita Sugiarti.
Sambil menahan gempuran tangan dan kaki dari pelaku pengeroyokan, Zainudin berusaha mengambil telepon genggamnya untuk ditunjukkan foto-foto dari anak-anak dan istrinya.
"Pak-pak, itu benar anak saya, Pak, itu benar anak saya, Pak," Sugiarti menirukan ucapan suaminya saat berkisah ke wartablora.com.
Tapi warga seperti kesetanan tak memberi ampun pada Zainudin dan Agus. Meisa yang semula digendong Zainudin, disaut salah seorang dari mereka. Setelah itu Zainudin kembali dihajar.
"Saat jatuh itu, Zahra terpental dan jatuh," kata Sugiarti sambil telunjuk tangannya memberi tahu jarak jatuhnya Zahra.
Zahra jatuh terpental sejauh 3 meteran. Saat terjatuh itu, Zainudin sempat berteriak minta tolong untuk anaknya dibawa ke Puskesmas terdekat. Bukannya menolong, warga justru memukuli dua pria malang itu.
Henik, kakak ipar Zainudin, yang tertinggal jauh di belakang saat kejar-kejaran sepeda motor antara warga dengan Zainudin, tak lagi kuasa menghentikan brutalnya warga.
"Saya mendapati Agus dihajar tersendiri. Saya tidak tahu kalau itu temannya (Zainudin). Saya kira orang lain. Saya lalu mencari ipar saya itu," kata Henik.
Tak sekedar menghajar, warga juga membakar kendaraan milik Agus, warga desa Bakah, Kecamatan Kunduran, yang merupakan teman dari Zainudin itu.
Kepala kepolisian sektor Kunduran AKP Agus Budiman mengatakan, pihaknya masih memburu para pelaku pengeroyokan. Sayangnya, hingga hari ketiga setelah kejadian, polisi belum satupun menetapkan tersangka pelaku pengroyokan. (*)
courtesy Jawa Pos Radar Kudus