Senin, 25 September 2017, 16:12 WIB

Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 2 Blora

Kasat: Jangan Pernah Coba-Coba

Pewarta : Tejo Prabowo
Istimewa Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatres Narkoba) Polres Blora, AKP Suparlan memberikan sosialisasi bahaya narkoba di SMA Negeri 2 Blora, Senin (25/9/2017).

BLORA (wartablora.com)—Untuk membentengi generasi muda pelajar, khususnya anak-anak SMA Negeri 2 Blora, kepolisian resor Blora memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba di sekolahan tersebut, Senin (25/9/2017). Pengetahuan dikemas dalam bentuk sosialisasi yang diikuti ratusan anak.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatres Narkoba) Polres Blora, AKP Suparlan dalam memberikan sosialisasi tersebut menegaskan kepada anak-anak belasan tahun tersebut untuk tidak mencoba-coba barang berbahaya tersebut.

"Usia anak-anak sekolah adalah usia yang rentan dari pengaruh lingkungan. Jangan sampai anak-anak ini tercemar dengan keinginannya buat coba-coba," tegasnya kepada wartawan usai memberikan sosialisasi.

Dalam usia ini, anak-anak biasanya masih labil dan ingin mencari eksistensi diri. Tanpa pengawasan dan memberikan benteng yang kuat, anak-anak ini rentan terjerumus dalam obat-obatan berbahaya.

"Sebagai kepala Satuan Narkoba Polres Blora, saya akan terus menyebarkan informasi yang baik, sebagai bentuk penyuluhan dan menyelamatkan generasi bangsa dari lubang hitam narkoba yang dapat merusak cita-cita dan kehidupan," tandasnya.

Kepada anak-anak ini, Kasatres Narkoba memberikan pengetahuan tentang apa-apa saja jenis narkotika dan apa bahayanya buat kehidupan manusia.

"Selain penyuluhan narkoba, kami juga kenalkan jenis-jenis narkoba dan bahayanya, serta ancaman hukuman kepada para siswa," katanya.

Kampanye bahaya narkoba ini sedang gencar-gencarnya dilakukan pihak kepolisian, khususnya satuan yang bertugas di kejahatan narkoba.

"Intinya, penyuluhan dilakukan agar para para pelajar SMA di Kabupaten Blora  terhindar dari bahaya narkoba, baik itu penggunaan, jual beli atau bisnis barang haram yang dimaksud," imbuhnya.

Ditambahkannya, kendati pihak kepolisian telah berupaya memberantas peredaran dengan menangkapi pengedar dan bandar, namun tanpa adanya upaya pencegahan berupa membentengi anak-anak agar tak jadi pemakai, upaya pemberantasan akan sia-sia. (*)

Editor : Gatot Aribowo



Senin, 13 Februari 2017

Bekas dapur itu kini jadi perpustakaan. Tempat bertamunya pengagum Pram, untuk sekedar mendengar kisah Pram di masa silam.


Selasa, 12 Juni 2018

Senin, 26 September 2016

Bagi Jenny Yudiana, rangking di kelas itu penting. Bermula dari rangking itulah ia akhirnya menyabet juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan tingkat provinsi Jawa Tengah.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved