Senin, 15 Januari 2018, 18:18 WIB

Toko Berlin di Kamolan Dirampok, Rp100 Juta Digondol

Pewarta : Gatot Aribowo
Ist. Polisi melakukan olah TKP di rumah dan toko milik Linawati, warga Kamolan, RT.01 /RW. 02, pemilik Toko Berlin. Senin dinihari toko tersebut dirampok.

BLORA (wartablora.com)—Perampokan dialami Linawati, warga Kamolan, RT.01 /RW. 02, pemilik Toko Berlin. Perampok yang berjumlah 4 orang menggondol uang Rp100 Juta milik Linawati. Polisi masih mendalami dan menyelidiki kejadian tersebut.

Senin pagi, 15 Januari 2018, aparat kepolisian tampak mendatangi rumah korban yang sekaligus dijadikan toko di Jalan Raya Kamolan nomor 200, Desa Kamolan, Kecamatan Blora. Polisi melakukan olah tempat kejadian untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk guna mengidentifikasi pelaku perampokan.

"Masih dalam penyelidikan," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Dwi Heri Utomo saat dikonfirmasi wartawan media ini.

Selain uang sekitar Rp100 Juta, pelaku juga menggasak perhiasan yang menjadi barang dagangan toko Berlin.

Dari kronologis, kejadian perampokan ini dialami Linawati Senin dinihari, sekitar pukul 1 dinihari. Dari laporan yang diterima media ini terungkap, Linawati sempat disekap dan mulutnya disumpal lakban.

"Korban mengalami penyekapan dan penyumpalan mulut selama kurang lebih 8 jam," kata sumber dari kepolisian. Korban pada Senin siang dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian perampokan ini baru diketahui pada Senin pagi setelah karyawan Linawati datang pada jam 9 pagi. Karyawan tersebut sempat terheran karena tidak biasanya pada jam kedatangannya pintu rumah masih terkunci.

Karyawan tersebut lantas menuju rumah satunya bermaksud mengambil kunci rumah yang biasanya dicadangkan. Setelah sempat hendak membuka pintu, karyawan tersebut terheran-heran karena pintu rumah Linawati ternyata tidak terkunci.

"Saksi (karyawan) itu lalu masuk dan mendapati korban dalam keadaan tersekap dan tersumpal mulutnya dengan lakban di kamar mandi," kata sumber dari kepolisian tersebut.

"Kedua tangan diikat dengan menggunakan tali rafia dengan posisi kepala tertelungkup menghadap ke bawah," kata sumber tersebut.

Dari keterangan sementara dari korban, polisi mendapati pelaku ada 4 orang, dengan menggunakan cadar.

"Jadi di malam kejadian itu, korban terbangun karena mendengar suara pintu yang digedor orang. Korban ketakutan, dan tidak membukakan pintu. Pintu pun terbuka setalah dibuka paksa oleh pelaku. Lalu masuk 4 orang bercadar dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku yang ketakutan tidak berani berteriak minta pertolongan, lalu disekap," jelas sumber tersebut. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved