Minggu, 16 April 2017, 16:18 WIB

Dibekuk Polisi, Petualangan Dua Pencuri Spesialis Sekolahan Ini Berakhir

Warta Blora.Com Tersangka Ahmad Azib

BLORA (wartablora.com) — AKHIRNYA peristiwa pencurian di sejumlah sekolahan di Blora yang sempat meresahkan kalangan guru, terkuak. Duet pencuri yang berpetualang menjarah sejumlah barang elektronik di sejumlah sekolahan berhasil dibekuk. Dan hingga saat ini ada seorang lagi yang buron.

''memang benar ada seorang pelaku yang hingga saat ini masih buron. Hanya saja identitasnya sudah kami ketahui dan hingga saat ini masih adalam pengejaran,'' ungkap Kapolsek Blora Kota, AKP Sudarno, SH.

Dua tersangka itu masing-masing, Wahyu Setyo Haryadi alias Tiyok (23), warga Jl. KNPI, Gang Podang Rt.04 Rw.05, Kelurahan Bangkle Kec Blora Kota dan Ahmad Azib alias Tempe (24), warga Desa Sitirejo, Rt.04 Rw.01, Kecamatan Tunjungan, Blora. Keduanya dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Kota setelah sukses beraksi di SDN Purwosari, Kecamatan Blora Kota.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengmankan sejumlah barnag bukti, diantaranya sebuah HP Samsung Dual Core warna putih, sebuah HP Nokia 6300 warna silver hitam, sebuah tas punggung warna hitam merk Tracker 4, sebuah linggis, obeng warna kuning, sebuah tas kecil warna coklat.

Tampaknya sepak terjang dua tersangka pencurian sepsialis sekolahan ini cukup licin. Terbukti, sebelum berhasil dibekuk, telah suskses melakukan di sejumlah sekolahan di Blora Kota. Yakni sedikitnya ada 4 sekolahan yang pernah dijarah oleh Tiyok dan Azib.

Andai saja, jajaran Polsek Kota tidak segera melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah agar hati-hati menyimpan barang di sekolah, temasuk meningkatkan patroli di jam-jam rawan, dimungkinkan banyak sekolahan yang menjadi incaran duet pencuri itu.

Dikemukakan AKP Sudarno, dengan maraknya pencurian di sekolah-sekolah, dia memerintahkan para Bhabinkamtibmas untk mendatangi sekolah-sekolah, agar tidak menyimpan barang elektronik di sekolahan.

Dengan cara itu, dimungkinkan cukup efektif untuk tindakan antisipasi. Terbukti, ada beberapa sekolahan yang dbobol, namun pencuri kecele, lantara tidak ada barang berharga yang disimpan di sekolahan.

Dibekuk

Dengan meningkatkan kewaspadan, dan mendalami kasus pencurian di SDN Purwosari yang terjadi Jumat (31/4), lalu, akhirnya dua pencuri berhasil dibekuk. Tidak main-main, saat beraksi di SDN 1 Purwosari, Blora Kota, Tiyok dan Azib berhasil menggasak sejumlah barang elektronik. .

Diantaranya, sebuah proyektor LCD merk Acer dan Hitachi, camera digital merk Sony dan Samsung yang berada di ruang guru telah hilang. Selain barang-barang tersebut, uang sejumlah Rp 65.000 yang ada di ruang guru juga diembat dua pencuri itu.

Yang cukup mengagetkan, ternyata dua pencuri itu telah melakukan pencurian di sejumlah sekolahan di Blora Kota. Diantaranya, telah mencuri di SD Tempuran, SD Tambaksari, SD Beran. Saat beraksi di SDN 2 Beran, berhasil menjarah 2 buah Note book merk Acer warna hitam dan 1buah proyektor merk Acer warna hitam denan total kerugian Rp 14 jt.

Selain itu, saat beraksi di Kantor UPTD TK/SD, Kecatmatan Blora, Kelurahan Jetis, berhasil menggasak 1 buah proyektor merk Ben q type MX501, uang 500 ribu, total kerugian 5jt. Sementara itu, di SDN 1Tambaksari, berhasil menggasak 1 buah monitor LCD merk gear 17 inc dan 1 buah monitor lcd 21inc, dengan total kerugian 4jt. Di SDN Tempuran, kawanan pencuri itu berhasil menggongol 1 buah lcd merk benq, mivi merk andromax, sebuah note bok merk acer, dengan total kerugian 8 jt

Dibalik penagnkapan pencuri spesialis sekolahan itu, Kapolsek AKP Sudarno menghimbau, pihak sekolahan harus tetap waspada. Jangan menyimpan barang berharga di sekolahan, termasuk uang. ''Pihak sekolahan harus tetap hati-hati, jangana sampai lengah,'' tandasnya. *)

Editor : Gatot



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved