BLORA (wartablora.com)—Jangan gegabah meletakkan telepon genggam di sembarang tempat, apalagi di saat tidur. Bisa-bisa telepon genggam anda hilang dicuri orang. Masih untung jika di tempat anda tidur ada kamera pengawas. Bilamana tidak?
Itulah yang dialami Febri Gitansyah, warga yang tinggal di Kecamatan Sambong, pada Minggu kemarin (2/4/2017). Ia sempat kehilangan telepon genggamnya sebelum akhirnya polisi dapat menangkap pelaku pencurian telepon genggamnya berkat bantuan kamera pengawas.
Seperti wartablora.com kutip dari situs resmi Polres Blora, Selasa (4/4/2017), kejadian yang dialami Febri itu di warnet Laa Tansa yang ada di Dukuh Merah, Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu. Untungnya warnet tersebut dilengkapi dengan CCTV (kamera pengawas). Jika tidak, bisa-bisa Febri harus beli telepon genggam baru.
"Jadi setelah kami melakukan penyelidikan melalui kamera pengawas, kami mendapati pelakunya atas nama Rahmad Basuki, warga kampung Sidomulyo, Cepu," kata Kapolsek Cepu AKP Selamet, Selasa (4/4/2017).
Awal kejadiannya saat Febri mengantuk ketika bermain game di warnet tersebut. Sebelum memutuskan untuk tidur di warnet tersebut, ia tak mengamankan telepon genggamnya. Padahal warnet tersebut tempat umum yang siapa saja bisa keluar masuk.
Telepon genggamnya merk Xiaomi Note 3 seharga Rp1,6 juta itu ia geletakkan begitu saja di atas meja tempat komputer bermain game itu berada. Tak dinyana, Rahmad yang datang belakangan ke warnet tersebut punya rekam jejak yang buruk.
"Tersangka memang sebelumnya pernah jahil mencuri barang-barang milik orang lain. Jadi ini memang sudah pernah ia lakukan sebelumnya, dan bukan yang pertama," jelas Kapolsek Selamet.
Rahmat seolah diberi kesempatan untuk melampiaskan niat jahat mencurinya. Ia yang semula rencana bermain game di warnet itu, berubah pikiran. Dalam batinnya itu adalah kesempatan yang langka untuk memudahkan melakukan aksi pencurian.
Sayangnya, ia kurang jeli untuk menyelidiki adakah kamera pengawas di tempat tersebut. Tanpa perhitungan, ia pun bergegas mengakhiri bermain gamenya. Saat melewati meja tempat Febri tidur, dengan cepat tangannya mengambil telepon genggam itu. Ia pun segera membayar sewa game dan melenggang dengan senyum. Ia tak sadar, aksi jahilnya itu terekam kamera pengawas.
Saat bangun, Febri pun panik mendapati telepon genggamnya tak lagi berada di tempat ia meletakkan. Ia pun bertanya pada Eko Fitriyanto, penjaga warnet. Eko lantas mengajak Febri untuk melapor ke Polsek Cepu dengan membawa rekaman CCTV. (*)
Istimewa